<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Pembunuhan Kebebasan Berpikir</title>
	<atom:link href="http://pogauokto.wordpress.com/2008/07/16/pembunuhan-kebebasan-berpikir/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pogauokto.wordpress.com/2008/07/16/pembunuhan-kebebasan-berpikir/</link>
	<description>&#34;SEringkali hidup ini menyakitkan, seringkali hidup ini membosankan, bahkan seringkali hidup ini mengecewakan. Tetapi dibalik semua itu tersimpan suatu harapan unutk mencapai keberhasilan dan kesuksesan&#34;  Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita ? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah Cinta ...</description>
	<lastBuildDate>Sat, 03 Oct 2009 09:00:17 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: mand41l1nc</title>
		<link>http://pogauokto.wordpress.com/2008/07/16/pembunuhan-kebebasan-berpikir/#comment-41</link>
		<dc:creator>mand41l1nc</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 02:31:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pogauokto.wordpress.com/?p=67#comment-41</guid>
		<description>@ochamilan
Nah kita sepaham....masalah kebencian terhadap rezim orba saya rasa semua rakyat Indonesia sama...bagaimana tidak..untuk memilih partai saja orang tua saya yang pegawai negeri harus dipaksa golkar....kalo ga&#039; susah dan jadi PNS-nya dan jaman itu dinding saja bisa ngomong dan nguping....kalo memang isisnya hanya berkisar ketidakadilan dan berbagai effect darinya seperti pembodohan, ketertinggalan, dll...saya rasa mari kita buka buku itu lagi....bau busuk akan tercium walaupun ditutupi....masalahnya bagaimana mengangkatnya dari penutup koran lusuhnya ke permukaan...dibutuhkan keberanian disana...baik orang papuanya maupun rakyat Indonesia termasuk saya. setuju mengenai peer bersama itu karena permasalahan disana juga bakal menjadi permasalahan nasional...sedikit banyaknya menimbulkan effect buat semuanya.

Untuk tidak menjadi NATO saya rasa dibutuhkan tindakan dan aksi disana....saya rasa bung otsus dan ocha sudah memulainya....memberikan opini-opini yang akan terus dibaca olehe orang banyak walaupun melalui media seperti ini (walaupun masih banyak yang belum melek internet minimal generasi mendatang tau) seperti kata saya semua itu butuh waktu...ruang...moment, dll.

&quot;Syukur2 bisa menghasilkan generasi Papua mendatang adalah anak muda yang tidak lupa akarnya tetap kritis namun mampu memandang segala hal tidak dengan kacamata kuda saja&quot;

mudah-mudahan.


to okto...

benar kata ocha balasnya di blog sendiri kalo komennya tentang tulisan kamu....biar ada kesinambungan dan lebih nyambung.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ochamilan<br />
Nah kita sepaham&#8230;.masalah kebencian terhadap rezim orba saya rasa semua rakyat Indonesia sama&#8230;bagaimana tidak..untuk memilih partai saja orang tua saya yang pegawai negeri harus dipaksa golkar&#8230;.kalo ga&#8217; susah dan jadi PNS-nya dan jaman itu dinding saja bisa ngomong dan nguping&#8230;.kalo memang isisnya hanya berkisar ketidakadilan dan berbagai effect darinya seperti pembodohan, ketertinggalan, dll&#8230;saya rasa mari kita buka buku itu lagi&#8230;.bau busuk akan tercium walaupun ditutupi&#8230;.masalahnya bagaimana mengangkatnya dari penutup koran lusuhnya ke permukaan&#8230;dibutuhkan keberanian disana&#8230;baik orang papuanya maupun rakyat Indonesia termasuk saya. setuju mengenai peer bersama itu karena permasalahan disana juga bakal menjadi permasalahan nasional&#8230;sedikit banyaknya menimbulkan effect buat semuanya.</p>
<p>Untuk tidak menjadi NATO saya rasa dibutuhkan tindakan dan aksi disana&#8230;.saya rasa bung otsus dan ocha sudah memulainya&#8230;.memberikan opini-opini yang akan terus dibaca olehe orang banyak walaupun melalui media seperti ini (walaupun masih banyak yang belum melek internet minimal generasi mendatang tau) seperti kata saya semua itu butuh waktu&#8230;ruang&#8230;moment, dll.</p>
<p>&#8220;Syukur2 bisa menghasilkan generasi Papua mendatang adalah anak muda yang tidak lupa akarnya tetap kritis namun mampu memandang segala hal tidak dengan kacamata kuda saja&#8221;</p>
<p>mudah-mudahan.</p>
<p>to okto&#8230;</p>
<p>benar kata ocha balasnya di blog sendiri kalo komennya tentang tulisan kamu&#8230;.biar ada kesinambungan dan lebih nyambung.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: och4mil4n</title>
		<link>http://pogauokto.wordpress.com/2008/07/16/pembunuhan-kebebasan-berpikir/#comment-38</link>
		<dc:creator>och4mil4n</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 13:17:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pogauokto.wordpress.com/?p=67#comment-38</guid>
		<description>@mand41l1nc:

Ya.. ya.. saya sepaham dengan anda, (kalau) yang ditakutkan seperti itu.  tapi kalau di buku tersebut benar demikian ceritanya, hmmm... speechless. kalau yang seperti ini harus ditutupi, ORBA gak pernah mati rupanya. 

&lt;blockquote&gt;bentuklah opini, berevolusilah masyarakat dalam pemikiran dan tercipta namanya people power tanpa harus digadang-gadang, diajak-ajak, diprovokasi, dan membutuhkan pertumpahan darah (karena rata-rata revolusi pasti membutuhkan darah yang tidak sedikit)&lt;/blockquote&gt;

Semoga bisa terjadi demikian dan tidak menjadi NATO saja. 

--------
Jika di Papua orang pribumi jadi  semakin memandang segala hal dengan sentimen negatif berarti ada yang salah disini. apakah itu??? entahlah... bisa ketidakpuasan, keterpinggiran, pembodohan, keterbatasan akses pendidikan dan kesehatan?? banyak hal nampaknya. Ah sudahlah, dikasih otsus saja. Ada perbaikan??? entahlah. Ini peer bersama. 

Saya juga jadi capek. Yang penting bagi saya, pulang buka usaha bantu orang asli sana, rangkul, kasih pendidikan, buka wawasan mereka, dan dorong untuk maju. itu yang utama. Biar tidak merasa dimarjinalkan lagi. 

Syukur2 bisa menghasilkan generasi Papua mendatang adalah anak muda yang tidak lupa akarnya tetap kritis namun mampu memandang segala hal tidak dengan kacamata kuda saja. 
----------
-to: okto-
kemaren saya hanya tertarik baca tulisan, gak sempat liat gambar.. tapi bener kata komen diatas, gak nyambung itu. Bisa menjurus ke arah yang tidak diinginkan oleh kamu. :(

Trus, yang saya maksud balas komen, bukan balas ke blog orang yang komen ke kamu. tapi balaslah komen2 yang masuk di blog kamu ini. okey. (tenang, kita sama2 belajar kok ade). :)

en last, ketemu kaka pu mama di kapal ka tidak?? :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@mand41l1nc:</p>
<p>Ya.. ya.. saya sepaham dengan anda, (kalau) yang ditakutkan seperti itu.  tapi kalau di buku tersebut benar demikian ceritanya, hmmm&#8230; speechless. kalau yang seperti ini harus ditutupi, ORBA gak pernah mati rupanya. </p>
<blockquote><p>bentuklah opini, berevolusilah masyarakat dalam pemikiran dan tercipta namanya people power tanpa harus digadang-gadang, diajak-ajak, diprovokasi, dan membutuhkan pertumpahan darah (karena rata-rata revolusi pasti membutuhkan darah yang tidak sedikit)</p></blockquote>
<p>Semoga bisa terjadi demikian dan tidak menjadi NATO saja. </p>
<p>&#8212;&#8212;&#8211;<br />
Jika di Papua orang pribumi jadi  semakin memandang segala hal dengan sentimen negatif berarti ada yang salah disini. apakah itu??? entahlah&#8230; bisa ketidakpuasan, keterpinggiran, pembodohan, keterbatasan akses pendidikan dan kesehatan?? banyak hal nampaknya. Ah sudahlah, dikasih otsus saja. Ada perbaikan??? entahlah. Ini peer bersama. </p>
<p>Saya juga jadi capek. Yang penting bagi saya, pulang buka usaha bantu orang asli sana, rangkul, kasih pendidikan, buka wawasan mereka, dan dorong untuk maju. itu yang utama. Biar tidak merasa dimarjinalkan lagi. </p>
<p>Syukur2 bisa menghasilkan generasi Papua mendatang adalah anak muda yang tidak lupa akarnya tetap kritis namun mampu memandang segala hal tidak dengan kacamata kuda saja.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
-to: okto-<br />
kemaren saya hanya tertarik baca tulisan, gak sempat liat gambar.. tapi bener kata komen diatas, gak nyambung itu. Bisa menjurus ke arah yang tidak diinginkan oleh kamu. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Trus, yang saya maksud balas komen, bukan balas ke blog orang yang komen ke kamu. tapi balaslah komen2 yang masuk di blog kamu ini. okey. (tenang, kita sama2 belajar kok ade). <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>en last, ketemu kaka pu mama di kapal ka tidak?? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: mand41l1nc</title>
		<link>http://pogauokto.wordpress.com/2008/07/16/pembunuhan-kebebasan-berpikir/#comment-37</link>
		<dc:creator>mand41l1nc</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 06:59:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pogauokto.wordpress.com/?p=67#comment-37</guid>
		<description>Pedas. dan berisi sangat baik tulisannya....keep post.

cuma kritikan saya apa maksud dari gambar diatas......???? kalo Saya berdiri di bukan netral Saya anggap Anda menydutkan salah satu agama karena jelas itu ada tulisan arabnya....dan tulisan anda ada benang merahnya dengan gambar tersebut.....mohon kiranya tidak SARA....cara persuasif yang Anda tempuh jangan sampai dikotori dengan SARA.

@ocha milan
Kaitannya dengan pelarangan buku.. saya tidak habis pikir. Bagaimana kita mau maju kalau mengembangkan kemampuan menulis saja kita sudah dihadang2. Apalagi ini cerita sejarah. Apa harus cerita sejarah Papua nih yang manis-manis saja di mata NKRI ka???

#Jika hanya cerita sejarah tanpa menjurus makar saya rasa tidak akan dilarang, masalah mengembangkan kemampuan menulis, berargumen, kebebasan berpikir juga ada koridor dan batasan disana yang harus disepakati...kalo tidak, bisa saja orang yang pengetahuannya kerdil dan kurang luas menulis seenaknya saja tanpa ada batasannya misal....&quot;PKI dengan pahamnya komunis adalah penguasa Indonesia dahulu....dan Indonesia (dalam hal ini komunis) telah dijajah oleh demokrasi atau orang papua kebanyakan bukan penduduk asli orang sumateralah yang penduduk asli disana.....agama lain tidak boleh ada di Inonesia karena dulu disini agamanya hindu dan budha......&quot;  jelas ini pasti dilarang...dan jelas menimbulkan pertentangan....seperti dibanyak komentar saya jika tulisan tersebut berkisar tentang kejahatan hukum dan ketidakadilan dalam memperoleh hak seperti rakyat Indonesia kebanyakan saya rasa tidak perlu dilarang (karena saya belum membaca bukunya...ada baiknya saya dikirimkan kopiannya dan mungkin akan saya pelajari dan menambah pengetahuan saya)....

Melawan tirani tidak harus dengan tirani.....menghancurkan rezim tidak harus menimbulkan rezim lainnya....bentuklah opini, berevolusilah masyarakat dalam pemikiran dan tercipta namanya people power tanpa harus digadang-gadang, diajak-ajak, diprovokasi, dan membutuhkan pertumpahan darah (karena rata-rata revolusi pasti membutuhkan darah yang tidak sedikit)

salam hangat 

Blopini</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pedas. dan berisi sangat baik tulisannya&#8230;.keep post.</p>
<p>cuma kritikan saya apa maksud dari gambar diatas&#8230;&#8230;???? kalo Saya berdiri di bukan netral Saya anggap Anda menydutkan salah satu agama karena jelas itu ada tulisan arabnya&#8230;.dan tulisan anda ada benang merahnya dengan gambar tersebut&#8230;..mohon kiranya tidak SARA&#8230;.cara persuasif yang Anda tempuh jangan sampai dikotori dengan SARA.</p>
<p>@ocha milan<br />
Kaitannya dengan pelarangan buku.. saya tidak habis pikir. Bagaimana kita mau maju kalau mengembangkan kemampuan menulis saja kita sudah dihadang2. Apalagi ini cerita sejarah. Apa harus cerita sejarah Papua nih yang manis-manis saja di mata NKRI ka???</p>
<p>#Jika hanya cerita sejarah tanpa menjurus makar saya rasa tidak akan dilarang, masalah mengembangkan kemampuan menulis, berargumen, kebebasan berpikir juga ada koridor dan batasan disana yang harus disepakati&#8230;kalo tidak, bisa saja orang yang pengetahuannya kerdil dan kurang luas menulis seenaknya saja tanpa ada batasannya misal&#8230;.&#8221;PKI dengan pahamnya komunis adalah penguasa Indonesia dahulu&#8230;.dan Indonesia (dalam hal ini komunis) telah dijajah oleh demokrasi atau orang papua kebanyakan bukan penduduk asli orang sumateralah yang penduduk asli disana&#8230;..agama lain tidak boleh ada di Inonesia karena dulu disini agamanya hindu dan budha&#8230;&#8230;&#8221;  jelas ini pasti dilarang&#8230;dan jelas menimbulkan pertentangan&#8230;.seperti dibanyak komentar saya jika tulisan tersebut berkisar tentang kejahatan hukum dan ketidakadilan dalam memperoleh hak seperti rakyat Indonesia kebanyakan saya rasa tidak perlu dilarang (karena saya belum membaca bukunya&#8230;ada baiknya saya dikirimkan kopiannya dan mungkin akan saya pelajari dan menambah pengetahuan saya)&#8230;.</p>
<p>Melawan tirani tidak harus dengan tirani&#8230;..menghancurkan rezim tidak harus menimbulkan rezim lainnya&#8230;.bentuklah opini, berevolusilah masyarakat dalam pemikiran dan tercipta namanya people power tanpa harus digadang-gadang, diajak-ajak, diprovokasi, dan membutuhkan pertumpahan darah (karena rata-rata revolusi pasti membutuhkan darah yang tidak sedikit)</p>
<p>salam hangat </p>
<p>Blopini</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ocha milan</title>
		<link>http://pogauokto.wordpress.com/2008/07/16/pembunuhan-kebebasan-berpikir/#comment-32</link>
		<dc:creator>ocha milan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 12:22:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pogauokto.wordpress.com/?p=67#comment-32</guid>
		<description>Hm.. tulisan yang cukup keras sobat.. :)

Tapi saya mengerti, saya juga termasuk kategori pendatang disana. Dan... sungguh ketika orang di Jawa ni tanya saya orang mana, sa bilang sa orang Papua, kalau begitu salah kah??? Padahal sa dari Maluku. :)

Saya setuju tulisan ini juga untuk mengingatkan pendatang yang cuma memikirkan perut sendiri dan mengambil segala hal yang bukan haknya di tanah Papua tanpa memberikan imbal balik yang cukup. 
Semuanya kembali ke pribadi orang2 (pendatang) tersebut. Tapi Orang Papua HARUSLAH jadi tuan di tanah sendiri. 

Kaitannya dengan pelarangan buku.. saya tidak habis pikir. Bagaimana kita mau maju kalau mengembangkan kemampuan menulis saja kita sudah dihadang2. Apalagi ini cerita sejarah. Apa harus cerita sejarah Papua nih yang manis-manis saja di mata NKRI ka??? 

(komen saya semoga tidak ditanggapi dengan keras oleh org lain) 
I love Papua. Mau &#039;M&#039; ka tidak ka yang penting tanah yang diberkati Tuhan dengan kekayaan alamnya ini mampu menghasilkan generasi Papua yang kuat, pintar sehingga mampu jadi TUAN di tanahnya sendiri. 
(tapi kalo su jadi tuan di tanah sendiri pun, jang pikir poro sendiri ka.. sa jengkel deng kelakuan pejabat yang tra pikir masyarakat di daerah)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hm.. tulisan yang cukup keras sobat.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tapi saya mengerti, saya juga termasuk kategori pendatang disana. Dan&#8230; sungguh ketika orang di Jawa ni tanya saya orang mana, sa bilang sa orang Papua, kalau begitu salah kah??? Padahal sa dari Maluku. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saya setuju tulisan ini juga untuk mengingatkan pendatang yang cuma memikirkan perut sendiri dan mengambil segala hal yang bukan haknya di tanah Papua tanpa memberikan imbal balik yang cukup.<br />
Semuanya kembali ke pribadi orang2 (pendatang) tersebut. Tapi Orang Papua HARUSLAH jadi tuan di tanah sendiri. </p>
<p>Kaitannya dengan pelarangan buku.. saya tidak habis pikir. Bagaimana kita mau maju kalau mengembangkan kemampuan menulis saja kita sudah dihadang2. Apalagi ini cerita sejarah. Apa harus cerita sejarah Papua nih yang manis-manis saja di mata NKRI ka??? </p>
<p>(komen saya semoga tidak ditanggapi dengan keras oleh org lain)<br />
I love Papua. Mau &#8216;M&#8217; ka tidak ka yang penting tanah yang diberkati Tuhan dengan kekayaan alamnya ini mampu menghasilkan generasi Papua yang kuat, pintar sehingga mampu jadi TUAN di tanahnya sendiri.<br />
(tapi kalo su jadi tuan di tanah sendiri pun, jang pikir poro sendiri ka.. sa jengkel deng kelakuan pejabat yang tra pikir masyarakat di daerah)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Bintang Bangsaku</title>
		<link>http://pogauokto.wordpress.com/2008/07/16/pembunuhan-kebebasan-berpikir/#comment-31</link>
		<dc:creator>Bintang Bangsaku</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 09:46:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pogauokto.wordpress.com/?p=67#comment-31</guid>
		<description>Rajin-rajin menulis ya Okto ... supaya orang-orang semakin sadar bahwa Papua tidak tertinggal dan terbelakang, apalagi kalau Okto bisa membuat tulisan yang persuasif ... hmmm ... orang-orang pasti akan lebih mengenal Papua sebagai negeri yang kaya ... SDA dan SDM-nya ...

Salam Hangat,

Bintang Bangsaku</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Rajin-rajin menulis ya Okto &#8230; supaya orang-orang semakin sadar bahwa Papua tidak tertinggal dan terbelakang, apalagi kalau Okto bisa membuat tulisan yang persuasif &#8230; hmmm &#8230; orang-orang pasti akan lebih mengenal Papua sebagai negeri yang kaya &#8230; SDA dan SDM-nya &#8230;</p>
<p>Salam Hangat,</p>
<p>Bintang Bangsaku</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
