Juli 2008


Oleh: Soehendarto

PUNCAK JAYA [Sinar Harapan] – Tingginambut adalah sebuah distrik (kecamatan) di Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua. Lokasinya di jajaran pegunungan tengah pada ketinggian 4.000 meter. Sulit mencari hari dengan udara hangat di sini. Sepanjang hari selalu dingin, rata-rata

10 derajat Celsius. Kabut tebal memutih kerap menyelimuti wilayah ini sampai ke permukaan tanah. Bagi orang luar yang masuk ke kawasan ini, kondisi alam tersebut akan terasa berat. Apalagi kalau mereka tidak mengenal adat istiadat suku Lani, penghuni kabupaten ini.

Di sini pula bermarkas sekelompok orang yang bergabung dalam Tentara Pembebasan Nasional/Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) yang dipimpin ”Jenderal” Goliat Tabuni yang oleh para pengikutnya disebut sebagai ”Panglima KODAP III”. Kelompok ini sampai sekarang masih berseberangan dengan pemerintah. Mereka menuntut masyarakat disejahterakan, atau terus berjuang untuk lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. (lebih…)

MAGELANG [Gatra.com] – Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso menegaskan, institusi TNI turut bertangungjawab atas insiden kekerasan di Timor Timur (Timtim), menjelang dan setelah jajak pendapat 1999.

“Itu menjadi tanggung jawab negara dan menjadi tanggung jawab insitusi TNI,” katanya usai memimpin Prasetya Perwira Prajurit Karier Tahun Ajaran 2008, di Lapangan Pancasila, kompleks Akademi Militer, lembah Gunung Tidar, Kota Magelang, di Magelang, Kamis.

Hingga saat ini, katanya, pihaknya belum mengetahui bentuk pertanggungjawaban yang dilakukan TNI atas persoalan itu karena pemerintah masih memelajari laporan Komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP) RI-Timor Leste (lebih…)

Seringkali kita manusia merasa Tuhan tidak adil terhadap diri kita. Bahkan dengan kekecewaan itu membuat kita selalu memaksakan kehendak kita kepada Tuhan agar Tuhan menuruti semua yang kita dia tahu apa yang kita butuhkan, harapkan. Padahal kita perlu tahu dan pahami bukan kita yang menciptakan Tuhan melainkan Tuhanlah yang meniciptakan dan membesarkan kita.

Ketika kita memaksakan sesuatu kepadanya dan tidak dituruti kita sering mengatakan bahwa “kenapa yah Tuhan mengirimkan aku kedunia ini” raja Daud pun pernah mengalami hal demikian. dirinya beberpa kali menangis sambil berlutut dan berdoa kepada Tuhan karena kekecewaan kepada Tuhan karena dia lahir dari istri yang tidak sah (perempuan jalanan) namun Tuhan mempunya rencana yang sangat luar biasa terhadapnya.

Buktinya dia menjadi raja atas bangsa israel. Tuhan mempunyai rencana yang indah ketika menciptakan kita dari berbagai latar belakang keluarga yang berlainan. mungkin kita di ciptakan diantara keluarga yang muskin, mungkin juga kita diciptakan diantara keluarga yang kaya raya. (lebih…)

sumber :www.kabarpapua.com

Jayapura [kabarpapua.com] -TNI di perbatasan Papua Barat dan PNG dikabarkan telah menentang protokol diplomasi dan militer. Mereka terus melanggar batas internasional dengan PNG, serta dalam tiga bulan terakhir mereka melakukan intimidasi terhadap warga PNG di kampung Wutung, Propinsi Sandaun PNG.

Cliford Faiparik via kabar online The National melaporkan kondisi yang dialami warga PNG di sekitar perbatasan dan Pasukan Militer PNG bertugas di wilayah perbatasan itu bahwa, mereka dalam tiga bulan trakhir, dari bulan Mei, Juni hingga terakhir pada bulan ini, tepatnya hari sabtu lalu melihat pasukan Batalion 408 sudah berada dalam wilayah PNG.

Intimidasi dialami oleh Sersan Ante dan keluarganya di Wutung, wilayah PNG. Menurut mereka TNI pada pukul 11.30 melakukan intimidasi dan menyuruh mereka membongkar rumahnya dan pindah dengan alasan tanah itu bagian dari wilayah RI. “saya mengatakan kepada mereka bahwa ini tanah saya, tapi mereka tidak menghiraukannya, dan mereka mulai memator batas baru hingga sampai ke Pantai, kata Ante yang berada bersama keluarganya. (lebih…)

sumber : http://www.papuapost.com

TEMPO Interaktif, Jakarta:Korban pelanggaran hak asasi manusia (HAM) Timor Timur masih bisa mencari keadilan melalui jalur internasional. Ketua Komisi Nasional HAM Ifdhal Kasim mengatakan, mekanisme internasional tersebut yakni mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk membuka peradilan internasional terhadap pelaku pelanggaran HAM ”Selain, perlu juga diketahui bagaimana sikap Sekretaris Jenderal PBB atas hasil kerja Komisi Kebenaran dan Persahabatan dan komisi ahli PBB yang memantau proses penegakan hukum di pengadilan HAM sebelumnya,” ujar Ifdhal saat dihubungi Tempo, Rabu (16/7).

Komisi Kebenaran dan Persahabatan Indonesia-Timor Leste telah menyerahkan laporan akhir tentang temuan pelanggaran berat hak asasi manusia sebelum dan setelah jajak pendapat di Timor Leste, September 1999. Komisi yang dibentuk sejak 11 Agustus 2005 itu menyerahkan laporannya kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta, dan Perdana Menteri Timor Leste Kay Rala Xanana Gusmao di Nusa Dua, Bali, Selasa (15/7) kemarin. Kedua negara bersepakat tidak melanjutkan kasus pelanggaran HAM yang terjadi sebelum dan sesudah jajak pendapat ke proses hukum. (lebih…)

http://www.papuapos.com

Gubernur Papua, Barnabas Suebu SH saat turkam di Jayawijaya
Biak – Tahun anggaran 2008, Pemerintah Provinsi Papua akan membagikan uang sebesar Rp. 1 triliun kepada masyarakat kampong melalui program Respek dan kegiatan turun kampong oleh Gubernur Papua, Barnabas Suebu SH.

“Program rencana strategis pembangunan kampung (Respek) setiap tahun dievaluasi pemerintah provinsi Papua, kita harapkan dalam 10 tahun kedepan bantuan dana mencapai Rp10 Triliun,” kata Gubernur Suebu pada program turun kampung (Turkam) di Pasar sentral Masram, Distrik Supiori Timur, Kabupaten Supiori, Senin.

Ia mengatakan, pengelolaan dana Respek di kampung harus dilakukan secara transparan artinya diketahui semua masyarakat kampung serta harus dipertanggungjawabkan pengelolaan anggaran bantuan pemerintah itu secara benar. (lebih…)

Melihat kepiawaian team kontigen dari Kabupaten Pania dalam membawakan tari-tari sejenak berpikir dan terbayang dalam diri penulis sepertis saya yang masih belia ini kira-kira berapa lama lagi kebolehan dalam mengolah, menarik suara dan menggemparkan panggung dengan acara seperti ini akan tetap berlangsung. Hal ini langsung di sambung oleh Yulianus Yeimo yang pada saat itu Ketua Tim Kontingen dari Paniai yang berbicara banyak tetang tengelamnya budaya ini.

Saudara Yulianus Yeimo yang dipercayakan Bupati Yogi untuk membawakan team dari pegunugan tengah yang berjumlah 60 orang ini mengatakan dirinya sebagai kepala team yang sekaligus pecinta seni dari Kabupaten Paniai sangat bergimbira dan bangga pemerintah Kabupaten Nabire dengan segenap usahanya mau membuat dan menyelenggarakn suatu event besar yang kira-kira dihadiri oleh 17 kota dari Provinsi Papua dan Provinsi Irian Jaya Tengah (lebih…)

Laman Berikutnya »