Asrama Agape, (oktopogau.com) Siapapun yang melintas Jalan Merdeka tapatnya di Persimpangan tugu lepas landas, akan memandang megah dan kokohnya sebuah bangunan yang beratap biru dan bertembok putih, dengan pagar kaca yang selalu terang berderang siang malam. Dibangun dengan dana APBD yang bukan sedikit jumlahnya. Hingga bisa dikatakan kantor termegah dan terkokoh di Kabupaten Nabire. Itulah kantor Bupati Kabupaten Nabire yang baru di renovasi oleh Pemerintah Daerah.

Bukan hal aneh lagi kalau setiap orang yang melintasi jalan tersebut akan berpikir seraya bertanya-tanya dalam hati terkecil hingga bertanya kepada orang yang bersama-sama dengannya, Siapa sih yang akan duduk bekerja di dalamnya yang sekaligus menjadi orang nomor satu di Kabupaten Nabire? Saya pun demikian, selalu betanya-tanya dalam hati terkecil, siapa yah yang akan duduk didalam sana?

Pilkada di Kabupaten Nabire yang awalnya direncanakan pada tanggal 22 November akhirnya berhasil dimajukan pada tanggal 22 Oktober 2008. Pada tanggal inilah masyarakat diseluruh pelosok Kabupaten Nabire akan memilih, menentukan serta mempercayakan siapa yang akan mengarahkan mereka kedepannya. Dengan demikian hari itu adalah hari bersejarah yang harus dicatat. Siapapun yang terpilih adalah mereka yang harus betul-betul mengerti apa yang dibutuhkan masyarakat dan yang memang benar-benar memahami problematika kehidupan masyarakat.

Banyak orang membicarakan yang harus jadi pemimpin (bupati) Nabire kedepan adalah putra daerah asli Nabire (orang pantai) dengan alasan adanya Peraturan Daerah. Tetapi banyak pihak juga menepis anggapan itu, karena pada intinya yang tertera di dalamnya bukan menunjuk kepada orang asli Nabire, melainkan seluruh masyarakt Papua yang ada di Kabupaten Nabire. Memang fakta menunjukan sejak Kabupaten Nabire berdiri hingga sampai saat ini belum pernah ada orang asli Nabire (orang pantai) yang memimpin. Lantas menjadi pertanyaan yang harus segera di jawab, kenapa yah?

Untuk mencapai cita-cita yang diinginkan haruslah ada usaha dan kerja keras. Sehingga usaha dan kerja keras itu terbukti beberapa saat lalu Sabtu (10/5) Musyawah Aliansi Masyarakat Pesisir diadakan, dengan tujuan memperat tali persaudaraan, bahu-membahu menyokong salah seorang kandidat unutk maju mencalonkan diri pada pilkada bulan Oktober mendatang. Sehingga bisa dikatakan ini merupakan usaha yang sangat luar biasa. Dan kekompakan begini perlu menjadi perlajaran pentng untuk siapapun.

Sebut saja beberapa orang pantai yang telah menunujukan kemampuan serta kesiapan dirinya unutk memimpin, seperti Helly Weror, Eduar Nunaki, Obeth Rumadas, Benny Saroy serta beberapa kandidat lainnya. Melihat nama-nama ini bisa dikatakan telah menikmati beberapa jabatan strategis seperti Helly Weror pernah menjabat ketua bapeda hingga saat ini masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Papua. Kemudian Eduar Nunaki jadi camat di beberapa tempat. Hingga kesiapan mereka dan kemampuan mereka tidak diragukan lagi oleh kalangan masyarakat yang telah cukup mengenal sepak terjang mereka dalam dunia kepemimpinan.

Selain beberapa kandidat dari orang pantai yang telah disebutkan, tidak tinggal diam orang gunung menunjukan kesiapan dan kemampuan mereka untuk memimpin Nabire. Sebut saja Ayub Kayame, Isaus Douw, Natalis Degei serta beberapa kandidat lainnya. Sejarah membuktikan orang gunung telah memberikan kontibusi yang sangat besar terhadap kemajuan daerah Nabire, walaupun selalu di katakan pendatang oleh mereka (orang pantai). Contoh paling nyata bisa kita perhatikan dari vigur bapak A.P. Youw yang diberi julukan bapak pembangunan hingga disebut sebagai konseptor dari timur. Yang telah nyata-nyata memajukan daerah Nabire dengan berbagai penghargaan yang pernah dirahinya.

Dengan demikian menjadi pertanyaan tersendiri lagi bagi kita, apakah orang asli Nabire (orang pantai) akan membuka sejarah baru ataukah orang gunung yang akan kembali memimpin Nabire? Berbicara mengenai pemimpin berarti berbicara mengenai kemampuan, kesiapan, ketahanan, dan keuletannya dalam mengendalikan masyarakat yang dipimpinnya. Seorang pemimpin bisa dikatakan sebagai seseorang yang memikul tugas dan tanggung jawab sangat berat yang sungguh mulia.

Sebenarnya tidak perlu kita ributkan antara orang pantai maupun orang gunung. Tetapi yang perlu diperhatikan adalah siapa orang pantai atau orang gunung yang mempunyai hati membangun Nabire? Ini persolaan utama yang harus diperhatikan. Karena kalau dibeda-bedakan antara orang gunung dengan pantai malah akan menimbulkan berbagai hal yang tidak diinginkan. Tentunya Nabire yang maju, aman, sejahtera dan sentosa adalah dambaan semua orang terlebih dambaan sang pencipta sendiri.

Dengan demikian para kandidat yang sedianya akan mencalonkan diri menjadi bupati Nabire pahami dah kenalilah kebutuhan dan dambaan masyarakat saat ini. Ketika memahami berbagai kebutuhan yang dibutuhkan masyarakat saat ini, segala tindakan yang sedianya akan di ambil tidak lepas dari keinginan masyarakat sehingga tidak menimbulkan berbagai hal yang berbau pro dan kontra.

Banyak sekali kebutuhan masyarakat Kabupaten Nabire yang harus dipenuhi. Seperti disektor pendidikan para guru berharap tunjangan mereka tidak lagi ditahan-tahan oleh tangan-tangan jahil yang tak memikir perut sendiri (seperti kasus beberapa bulan lalu), para mahasiswa-mahasiswi berharap uang kuliah mereka tidak dilagi ditunda-tunda pembayarannya oleh orang yang tidak bertanggung jawab kemudian para siswa-siswi juga berharap pendidikan gratis yang Pemerintah Daerah janjikan saat menerima dana otsus itu bisa terwujud.

Disektor perekonomian, para mama-mama berharap siapapun pemimpin (bupati) yang terpilih bisa memperhatikan kesejahteraan mereka. Karena dari tahun ke tahun mereka (mama orang papua) hanya selalu berjualan di emperan toko, dibawah tanah beralaskan karung serta disamping got yang baunya sangat menyengat hidung (perhatikan hal ini di pasar-pasar, seperti; pasar Karang Tumaritis, pasar pagi (Bumi Wonorejo), pasar sore (Tapioka) dan pasar pagi (Kalibobo). Mereka (mama orang papua) akan berpikir kenapa yah, kami orang Papua yang memiliki tanah ini, tetapi kami selalu diabaikan. Dengan demikian lantas adakah para calon bupati yang memikirkan hal ini?

Selain sector pendidikan dan ekonomi, banyak yang berharap terutama dari berbagai kalangan LSM agar pelanggaran HAM yang selalu meningkat dari tahun ke tahun bisa segera diatasi. Pembunuhan misterius yang beberapa saat lalu menggemparkan Nabire, serta pelanggaran HAM yang sering terjadi tanpa control dan pemberitahuan terhadap masyarakat bisa segera teratasi dan di tuntasi sampai ke akar-akarnya. Mengapa demikian karena para korban yang dimusnahkan tanpa sepengetahuan adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling mulia yang perlu juga mendapat pertolongan dan perlindungan. Karena tidak pernah Tuhan menyuruh manusia untuk saling membunuh maupun memusnahkan sesamanya.

sehingga harapan terciptanya kesejahteraan, kedamaiaan, keamanan, serta kekeluargaan di Kabupaten Nabire dapat terwujud. Dengan keterwujudan hal ini menandakan bahwa para pemimpin (bupati) telah turut membangun Papua, sesuai dengan cita-cita dan motto daripada gerbang nun biru.

Pemimpin yang efektif adalah pemimpin yang bertanggung jawab dengan keadaan kotanya. Pemimpin yang efetif adalah pemimpin yang memenuhi kebutuhan dan harapan rakyatnya, pemimpin yang bermoral adalah mereka yang mengutamakan Tuhan dalam berbagai tindakannya.

Dengan demikian harapan saya pemimpin baru Nabire nanti adalah mereka yang betul-betul mengerti apa yang di butuhkan masyarakat, sehingga pemabangunan Kabupaten Nabire yang kita harapkan bisa terwujud.

Asrama Agape, (oktopogau.com) Siapapun yang melintas Jalan Merdeka tapatnya di Persimpangan tugu lepas landas, akan memandang megah dan kokohnya sebuah bangunan yang beratap biru dan bertembok putih, dengan pagar kaca yang selalu terang berderang siang malam. Dibangun dengan dana APBD yang bukan sedikit jumlahnya. Hingga bisa dikatakan kantor termegah dan terkokoh di Kabupaten Nabire. Itulah kantor Bupati Kabupaten Nabire yang baru di renovasi oleh Pemerintah Daerah.

Bukan hal aneh lagi kalau setiap orang yang melintasi jalan tersebut akan berpikir seraya bertanya-tanya dalam hati terkecil hingga bertanya kepada orang yang bersama-sama dengannya, Siapa sih yang akan duduk bekerja di dalamnya yang sekaligus menjadi orang nomor satu di Kabupaten Nabire? Saya pun demikian, selalu betanya-tanya dalam hati terkecil, siapa yah yang akan duduk didalam sana?

Pilkada di Kabupaten Nabire yang awalnya direncanakan pada tanggal 22 November akhirnya berhasil dimajukan pada tanggal 22 Oktober 2008. Pada tanggal inilah masyarakat diseluruh pelosok Kabupaten Nabire akan memilih, menentukan serta mempercayakan siapa yang akan mengarahkan mereka kedepannya. Dengan demikian hari itu adalah hari bersejarah yang harus dicatat. Siapapun yang terpilih adalah mereka yang harus betul-betul mengerti apa yang dibutuhkan masyarakat dan yang memang benar-benar memahami problematika kehidupan masyarakat.

Banyak orang membicarakan yang harus jadi pemimpin (bupati) Nabire kedepan adalah putra daerah asli Nabire (orang pantai) dengan alasan adanya Peraturan Daerah. Tetapi banyak pihak juga menepis anggapan itu, karena pada intinya yang tertera di dalamnya bukan menunjuk kepada orang asli Nabire, melainkan seluruh masyarakt Papua yang ada di Kabupaten Nabire. Memang fakta menunjukan sejak Kabupaten Nabire berdiri hingga sampai saat ini belum pernah ada orang asli Nabire (orang pantai) yang memimpin. Lantas menjadi pertanyaan yang harus segera di jawab, kenapa yah?

Untuk mencapai cita-cita yang diinginkan haruslah ada usaha dan kerja keras. Sehingga usaha dan kerja keras itu terbukti beberapa saat lalu Sabtu (10/5) Musyawah Aliansi Masyarakat Pesisir diadakan, dengan tujuan memperat tali persaudaraan, bahu-membahu menyokong salah seorang kandidat unutk maju mencalonkan diri pada pilkada bulan Oktober mendatang. Sehingga bisa dikatakan ini merupakan usaha yang sangat luar biasa. Dan kekompakan begini perlu menjadi perlajaran pentng untuk siapapun.

Sebut saja beberapa orang pantai yang telah menunujukan kemampuan serta kesiapan dirinya unutk memimpin, seperti Helly Weror, Eduar Nunaki, Obeth Rumadas, Benny Saroy serta beberapa kandidat lainnya. Melihat nama-nama ini bisa dikatakan telah menikmati beberapa jabatan strategis seperti Helly Weror pernah menjabat ketua bapeda hingga saat ini masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Papua. Kemudian Eduar Nunaki jadi camat di beberapa tempat. Hingga kesiapan mereka dan kemampuan mereka tidak diragukan lagi oleh kalangan masyarakat yang telah cukup mengenal sepak terjang mereka dalam dunia kepemimpinan.

Selain beberapa kandidat dari orang pantai yang telah disebutkan, tidak tinggal diam orang gunung menunjukan kesiapan dan kemampuan mereka untuk memimpin Nabire. Sebut saja Ayub Kayame, Isaus Douw, Natalis Degei serta beberapa kandidat lainnya. Sejarah membuktikan orang gunung telah memberikan kontibusi yang sangat besar terhadap kemajuan daerah Nabire, walaupun selalu di katakan pendatang oleh mereka (orang pantai). Contoh paling nyata bisa kita perhatikan dari vigur bapak A.P. Youw yang diberi julukan bapak pembangunan hingga disebut sebagai konseptor dari timur. Yang telah nyata-nyata memajukan daerah Nabire dengan berbagai penghargaan yang pernah dirahinya.

Dengan demikian menjadi pertanyaan tersendiri lagi bagi kita, apakah orang asli Nabire (orang pantai) akan membuka sejarah baru ataukah orang gunung yang akan kembali memimpin Nabire? Berbicara mengenai pemimpin berarti berbicara mengenai kemampuan, kesiapan, ketahanan, dan keuletannya dalam mengendalikan masyarakat yang dipimpinnya. Seorang pemimpin bisa dikatakan sebagai seseorang yang memikul tugas dan tanggung jawab sangat berat yang sungguh mulia.

Sebenarnya tidak perlu kita ributkan antara orang pantai maupun orang gunung. Tetapi yang perlu diperhatikan adalah siapa orang pantai atau orang gunung yang mempunyai hati membangun Nabire? Ini persolaan utama yang harus diperhatikan. Karena kalau dibeda-bedakan antara orang gunung dengan pantai malah akan menimbulkan berbagai hal yang tidak diinginkan. Tentunya Nabire yang maju, aman, sejahtera dan sentosa adalah dambaan semua orang terlebih dambaan sang pencipta sendiri.

Dengan demikian para kandidat yang sedianya akan mencalonkan diri menjadi bupati Nabire pahami dah kenalilah kebutuhan dan dambaan masyarakat saat ini. Ketika memahami berbagai kebutuhan yang dibutuhkan masyarakat saat ini, segala tindakan yang sedianya akan di ambil tidak lepas dari keinginan masyarakat sehingga tidak menimbulkan berbagai hal yang berbau pro dan kontra.

Banyak sekali kebutuhan masyarakat Kabupaten Nabire yang harus dipenuhi. Seperti disektor pendidikan para guru berharap tunjangan mereka tidak lagi ditahan-tahan oleh tangan-tangan jahil yang tak memikir perut sendiri (seperti kasus beberapa bulan lalu), para mahasiswa-mahasiswi berharap uang kuliah mereka tidak dilagi ditunda-tunda pembayarannya oleh orang yang tidak bertanggung jawab kemudian para siswa-siswi juga berharap pendidikan gratis yang Pemerintah Daerah janjikan saat menerima dana otsus itu bisa terwujud.

Disektor perekonomian, para mama-mama berharap siapapun pemimpin (bupati) yang terpilih bisa memperhatikan kesejahteraan mereka. Karena dari tahun ke tahun mereka (mama orang papua) hanya selalu berjualan di emperan toko, dibawah tanah beralaskan karung serta disamping got yang baunya sangat menyengat hidung (perhatikan hal ini di pasar-pasar, seperti; pasar Karang Tumaritis, pasar pagi (Bumi Wonorejo), pasar sore (Tapioka) dan pasar pagi (Kalibobo). Mereka (mama orang papua) akan berpikir kenapa yah, kami orang Papua yang memiliki tanah ini, tetapi kami selalu diabaikan. Dengan demikian lantas adakah para calon bupati yang memikirkan hal ini?

Selain sector pendidikan dan ekonomi, banyak yang berharap terutama dari berbagai kalangan LSM agar pelanggaran HAM yang selalu meningkat dari tahun ke tahun bisa segera diatasi. Pembunuhan misterius yang beberapa saat lalu menggemparkan Nabire, serta pelanggaran HAM yang sering terjadi tanpa control dan pemberitahuan terhadap masyarakat bisa segera teratasi dan di tuntasi sampai ke akar-akarnya. Mengapa demikian karena para korban yang dimusnahkan tanpa sepengetahuan adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling mulia yang perlu juga mendapat pertolongan dan perlindungan. Karena tidak pernah Tuhan menyuruh manusia untuk saling membunuh maupun memusnahkan sesamanya.

sehingga harapan terciptanya kesejahteraan, kedamaiaan, keamanan, serta kekeluargaan di Kabupaten Nabire dapat terwujud. Dengan keterwujudan hal ini menandakan bahwa para pemimpin (bupati) telah turut membangun Papua, sesuai dengan cita-cita dan motto daripada gerbang nun biru.

Pemimpin yang efektif adalah pemimpin yang bertanggung jawab dengan keadaan kotanya. Pemimpin yang efetif adalah pemimpin yang memenuhi kebutuhan dan harapan rakyatnya, pemimpin yang bermoral adalah mereka yang mengutamakan Tuhan dalam berbagai tindakannya.

Dengan demikian harapan saya pemimpin baru Nabire nanti adalah mereka yang betul-betul mengerti apa yang di butuhkan masyarakat, sehingga pemabangunan Kabupaten Nabire yang kita harapkan bisa terwujud.

Iklan