September 2008


Oleh : Dominggus A Mampioper

KabarIndonesia – Pernyataan Gubernur Provinsi Papua Barnabas Suebu terhadap perusahaan tambang raksasa di tanah Papua patut disimak. Pasalnya saat meresmikan Pusat Pengetahuan Tentang Pembangunan dan Kampung dari Rakyat oleh Rakyat dan untuk Rakyat pada Jumat (5/9) lalu di Jayapura Gubernur Suebu menilai PT Freeport sebagai sapi perah yang memberikan susu bagi kesejahteraan rakyat Papua. Karena itu bagaimana memelihara agar sapi itu menghasilkan susu bagi semua warga Papua. Bukan sebaliknya membunuh sapi perah itu.

Markus Haluk Sekretaris Jenderal Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua Indonesia (AMPTPI) menyatakan bahwa penilaian Suebu itu sangat berlebihan dan hingga saat ini belum banyak yang menikmati susu Freeport, justru yang menikmati adalah pemerintah sendiri. Karena itu bagi Sekjen AMPTPI sebaiknya Freeport ditutup sebagaimana diungkapkan dalam Konggres pertama AMPTPI di Timika pada 2004 lalu (lebih…)

MAKASSAR, KAMIS – Pemerintah Provinsi Papua menyambut baik kepulangan dua warga negara Indonesia asal Papua ke Tanah Air setelah gagal memperoleh suaka politik di Australia. Kedua warga tersebut adalah Hana Gobay asal Merauke dan Yubel Kareni asal Serui.

“Tak ada alasan menolak kedatangan mereka. Mereka adalah anak bangsa yang kebetulan lahir di Papua dan kini kembali mengenyam kehidupan di Tanah Air sendiri. Kita berharap warga setempat bisa menerima kembali saudaranya untuk hidup berdampingan rukun dan damai,” ujar Yosef Berti Fernandez, Kepala Badan Perbatasan dan Kerja Sama Daerah Provinsi Papua, Kamis (25/9). (lebih…)

Oleh Oktovianus Pogau

Hal paling sulit dan terberat yang dipikul manusia dalam hidupnya adalah, bagaimana orang itu harus bersabar dalam berbagai penderitaan yang dialamaninya. Baik pendertiaan secara batin maupun secara rohani.

Beberapa saat lalu saya membaca sebuah tulisan di salah satu situs. Yang menarik bagi saya dengan tulisan itu, bagaimana seorang ibu menceritakan ketabahan dan kesabaran dia untuk mendidik, mengasuh dan menjaga anaknya yang pada saat telah menderita penyakit autis dari sejak kecil (lebih…)

18 Warga Ditangkap, Ratusan Anak Panah Disita

TIMIKA [Cepos] – Masalah keamanan di Timika tampaknya terus mendapat tantangan. Setelah tiga kali dilanda rentetan ledakan teror bom, kemudian disusul pengibaran Bintang Kejora di Kwamki Lama pekan lalu, maka kini kasus pengibaran bendera Bintang Kejora terjadi lagi.

Selasa (23/9) dinihari sekitar pukul 03.30 WIT, bendera lambang separatis itu sempat dikibarkan beberapa saat di Jalan Cemara, tepatnya di pelataran Kantor Panel DAP (Dewan Adat Papua) Mimika, bekas kantor Presidium Dewan Papua (PDP) di Kelurahan Kwamki Baru, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika (lebih…)

PT Freeport Indonesia (PTFI ) sejak tahun 1996 mengalokasikan sebagian pendapatannya untuk pengembangan masyarakat, terutama di wilayah operasional PTFI melalui dana kemitraan. Salah satu komitmen PTFI dalam pengembangan masyarakat tersebut yakni di bidang pendidikan.

Pendidikan merupakan sektor penting dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas guna mencapai masyarakat yang mandiri.

Menyadari akan hal tersebut, PTFI sejak awal menaruh kepedulian yang tinggi untuk turut mengembangkan pendidikan bagi masyarakat Papua, bukan saja pendidikan lanjutan tetapi juga penguatan kualitas pendidikan dasar (lebih…)

TIMIKA- Saat ini Asrama Penjunan menampung 64 anak asli Amungme, terdiri dari 55 anak laki-laki dan 9 anak perempuan. Umumnya mereka berasal dari 3 desa di daerah dataran tinggi di sekitar Tembagapura, yakni Desa Aroanop, Tsinga dan Hoea.

Sistem pembinaan dibuat sedemikian rupa sehingga anak-anak yang ada di asrama ini mendapatkan pendidikan dan pembinaan yang baik dan terpadu.

Untuk membina anak-anak yang ada di asrama tersebut, terdapat sekitar 7 orang pengasuh. Seorang pengasuh mempunyai 10 anak binaan. Umumnya para pengasuh adalah para hamba Tuhan, sebab anak-anak binaan di Asrama Penjunan ini semuanya beragama kristen (lebih…)

MANOKWARI – Kepolisian Daerah Papua didesak segera mengungkap pelaku penembakan yang menyebabkan kematian warga Wamena saat peringatan Hari Pribumi Sedunia, 9 Agustus 2008 di Lapangan Sinapuk Wamena, Papua. Desakan dalam wujud unjuk rasa itu digelar serentak di Jayapura, Manokwari, Biak Numfor, dan Yapen Waropen, Rabu (17/9).

Di Manokwari, sekitar 200 warga berjalan kaki dari Kantor Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah Mnukwar (Kepala Burung) menuju Kantor DPRD Papua Barat, sekitar 5 kilometer. Dalam unjuk rasa tersebut, pengunjuk rasa membentangkan poster- poster bertuliskan tentang pentingnya hak-hak dasar warga asli Papua ditegakkan

Massa dipimpin Ketua DAP Mnukwar Barnabas Mandacan. ”Penembakan telah berlangsung lebih dari sebulan, tetapi Polda (Kepolisian Daerah) Papua belum juga mengungkapkan pelaku penembakan. Padahal, proyektil peluru sudah dikirim ke Laboratorium Forensik Makassar (Sulawesi Selatan) dan semua senjata polisi di Polres Wamena telah diuji balistik,” katanya (lebih…)

Laman Berikutnya »