PT Freeport Indonesia (PTFI ) sejak tahun 1996 mengalokasikan sebagian pendapatannya untuk pengembangan masyarakat, terutama di wilayah operasional PTFI melalui dana kemitraan. Salah satu komitmen PTFI dalam pengembangan masyarakat tersebut yakni di bidang pendidikan.

Pendidikan merupakan sektor penting dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas guna mencapai masyarakat yang mandiri.

Menyadari akan hal tersebut, PTFI sejak awal menaruh kepedulian yang tinggi untuk turut mengembangkan pendidikan bagi masyarakat Papua, bukan saja pendidikan lanjutan tetapi juga penguatan kualitas pendidikan dasar

Melalui kemitraan dengan berbagai pihak, PTFI mendukung berbagai program pendidikan formal maupun non formal, mulai dari pembangunan sarana dan prasarana pendukung (sekolah dan asrama), penyediaan fasilitas belajar, pemberian beasiswa, pengadaan guru kontrak hingga turut menyiapkan generasi berkualitas dengan program pendidikan berpola asrama dan pendidikan berkelanjutan.
Pendidikan berpola asrama yang dulunya sangat populer di Papua, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan lanjutan, kini menjadi model pendidikan yang mulai dikembangkan lagi, karena disadari bahwa pendidikan berpola asrama tersebut merupakan bagian dari penguatan kualitas pendidikan dasar yang memberikan basis pengetahuan bagi seseorang untuk mengikuti jenjang pendidikan selanjutnya.

Terkait dengan itu, pada tahun 2007 Lembaga Pengembangan Amugme dan Kamoro (LPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PTFI membangun asrama Penjunan. Asrama ini menampung anak-anak usia sekolah, (SD dan SMP) untuk mendapatkan bimbingan sebagai modal untuk menjadi bibit generasi berkualitas pada masa yang akan datang. Dalam mengelola asrama ini, LPMAK menggunakan Dana Kemitraan PTFI untuk pengembangan masyarakat.

Asrama ini dikelola oleh Yayasan PESAT yang adalah sebuah yayasan yang bergerak di bidang pendidikan.

Keberadaan asrama ini boleh dibilang cukup lengkap dengan berbagai fasilitas penunjang. Asrama ini dibangun di lokasi yang luas dengan beberapa bangunan permanen yang terdiri dari asrama putra dan putri, ruang makan, ruang belajar, kantor, rumah guru, lapangan untuk berolah raga yang luas.
Selain itu, semua kebutuhan dan keperluan anak-anak penghuni asrama disiapkan oleh LPMAK, mulai dari kebutuhan pribadi, kebutuhan belajar seperti buku, alat tulis dan lainnya hingga kebutuhan makan dan minum.

Inilah model pendidikan pola asrama yang mulai di kembangkan di Mimika, sebagai bentuk kepedulian PT Freeport Indonesia terhadap dunia pendidikan di Papua. (lucky ireeuw)

Iklan