Oleh Oktovianus Pogau

Hal paling sulit dan terberat yang dipikul manusia dalam hidupnya adalah, bagaimana orang itu harus bersabar dalam berbagai penderitaan yang dialamaninya. Baik pendertiaan secara batin maupun secara rohani.

Beberapa saat lalu saya membaca sebuah tulisan di salah satu situs. Yang menarik bagi saya dengan tulisan itu, bagaimana seorang ibu menceritakan ketabahan dan kesabaran dia untuk mendidik, mengasuh dan menjaga anaknya yang pada saat telah menderita penyakit autis dari sejak kecil

Yang lebih menarik, ibunya mengatakan sakit yang dihadapi oleh anaknya adalah kesenangan dan sukacita bagi kehidupannya. Sehingga dalam hidupnya, dia lebih mementingkan untuk mengurus berbagai penderitaan yang dihadapai oleh anaknya daripada mengerjakan berbagi penderitaannya.

Sebuah contah diatas tentunya bias memberikan kita sebuah gambaran yang sungguh sangat menarik, seseorang untuk bersabar dalam penderiaan bukan hal termudah. Orang sabar harus merelakan keinginan dagingnya dibekap oleh segala kegitaan. Orang yang sabar harus meninggalkan berbagai keinginan dunianya, orang sabar bersedia menangsi dalam segala hal.

Setiap orang didunia pasti pernah dihadapkan dengan saat-saat seperti itu. Saya saya senditi tidak tahu, apa reaksi dan tindakan setiap orang ketika menghadapi semua ini, apakah mereka sabar bahkan dengan tenang hati menjalaninya, ataukah mereka dengan emosinya akan melupakan berbagai penderitaan itu dengan cara hidup menyamar atau hidup serba senang.

Semoga kita menjadi seseorang bias sabar dan tabah dalam segalah hal untuk kepentingan orang lain daripada kepentingan kita.

Iklan