friends


JAYAPURA (PAPOS) -Pesawat milik maskapai penerbangan Express Air tergelincir dari landasan pacu, Kamis (6/11) pagi kemarin, setelah beberapa saat landing (mendarat, red) di Bandara Torea Fak-fak.

Dilaporkan, kecelakaan itu tidak membawa korban jiwa, semua penumpang di pesawat Exprees Air jenis Dornier 328, dipiloti Kapt Josep dan co pilot Kapt Setia Darmawan, yang mengangkut 4 kru dan 32 penumpang selamat.

Setelah landing pesawat Express Air mengalami down drop di titik 3M sebelum ujung runway/aspal, sehingga pada saat roda terbentur ujung aspal, membuat (lebih…)

KEEROM [cepos] – Masyarakat Kampung Wembi, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, mengancam akan mengibarkan bendera Bendera Bintang Kejora sebagai lambang separatis Papua merdeka. Ancaman tersebut disampaikan salah satu Tokoh Masyarakat Kampung Wembi, Benny Mekawa ketika menerima kunjungan kerja Ketua DPRD Kabupaten Keerom, Kundrat Gusbager, S.Si, MM didampingi Ketua Komisi B, Semuel Isir, SH, di Kampung Wemby, Distrik Arso Timur, Kamis (31/7) lalu.

Munculnya ancaman pengibaran Bintang Kejora itu sebagai akumulasi kekecewaan masyarakat yang diwakili aspirasinya oleh Benny Mewaka, Tokoh Agama Kampung Wembi, Yambe Abdi, Tokoh Adat Kampung Wembi, khususnya Suku Manem, Jeck Mekawa, Tokoh Masyarakat Kampung Pyawi, bahwa sudah sekian tahun lamanya (sejak 1974) kebutuhan-kebutuhan pokok masyarakat, baik di Kampung Wembi maupun Kampung Pyawi tidak pernah diperhatikan secara baik oleh Pemerintah Kabupaten Keerom (lebih…)

Oleh : Finis Winarto
Sumber : http://www.anakindonesiamembangun.org

kota tempat saya di lahirkan

kota tempat saya di lahirkan

Udara pagi terasa dingin membeku, suasana hening sesekali diselingi gemuruh angin yang menghantam tebing dan menghilang setelah menyusuri lembah. Hangatnya kehidupan mulai terasa ketika terdengar suara anak-anak memuji Tuhan, pujian itu membawa harapan dan cerita akan masa depan bagi setiap orang yang tinggal jauh dibalik gunung berbalut awan dan hampir tak terjangkau . ( Oleh : F.W. Manshande)

Catatan kecil diatas sebetulnya sudah mewakili seluruh keberadaan Pelayanan Pesat di pedalaman Sugapa, melalui TK Cenderawasih. Sama seperti sekolah yang ada di Nabire, TK Cenderawasih mendidik anak-anak dengan pola Asrama.

Bedanya anak-anak yang dididik belum semua mengenal bahasa Indonesia, dan betul-betul masih membawa karakter khas pedalaman. Pendidikan utama ditempat seperti ini sebetulnya bukan terletak pada bidang akademis, namun lebih diutamakan pada impartasi kehidupan dari guru dan pengasuh kepada setiap murid. Mandi, gosok gigi, makan teratur, dan pola hidup sehat adalah bagian dari impartasi yang terjadi. Proses impartasi ini bisa berjalan dengan baik karena mereka hidup bersama dalam satu lingkungan kecil yang disebut Asrama. Apa yang dilakukan oleh guru atau pengasuh, itulah yang dilihat dan ditirukan oleh anak-anak, sebagai sebuah pelajaran kehidupan. (lebih…)