otsus


PT Freeport Indonesia (PTFI ) sejak tahun 1996 mengalokasikan sebagian pendapatannya untuk pengembangan masyarakat, terutama di wilayah operasional PTFI melalui dana kemitraan. Salah satu komitmen PTFI dalam pengembangan masyarakat tersebut yakni di bidang pendidikan.

Pendidikan merupakan sektor penting dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas guna mencapai masyarakat yang mandiri.

Menyadari akan hal tersebut, PTFI sejak awal menaruh kepedulian yang tinggi untuk turut mengembangkan pendidikan bagi masyarakat Papua, bukan saja pendidikan lanjutan tetapi juga penguatan kualitas pendidikan dasar (lebih…)

http://www.papuapos.com

Gubernur Papua, Barnabas Suebu SH saat turkam di Jayawijaya
Biak – Tahun anggaran 2008, Pemerintah Provinsi Papua akan membagikan uang sebesar Rp. 1 triliun kepada masyarakat kampong melalui program Respek dan kegiatan turun kampong oleh Gubernur Papua, Barnabas Suebu SH.

“Program rencana strategis pembangunan kampung (Respek) setiap tahun dievaluasi pemerintah provinsi Papua, kita harapkan dalam 10 tahun kedepan bantuan dana mencapai Rp10 Triliun,” kata Gubernur Suebu pada program turun kampung (Turkam) di Pasar sentral Masram, Distrik Supiori Timur, Kabupaten Supiori, Senin.

Ia mengatakan, pengelolaan dana Respek di kampung harus dilakukan secara transparan artinya diketahui semua masyarakat kampung serta harus dipertanggungjawabkan pengelolaan anggaran bantuan pemerintah itu secara benar. (lebih…)

jangan menghancurkan papua

jangan menghancurkan papua


NABBIRE – sebuah kesimpulan. Banyak yang kecewa akan kemerosotan moral yang terjadi di kalangan warga Papua ketika ia mendapat giliran memimpin. Yakni tidak adanya komitmen dalam memperjuangkan sesuatu ide.

Ketika Gus Dur bertanya kepada Castro, masuk kategori apakah dia. Maka ia memberi jawaban, masuk ke dalam kategori no. 3 dan no. 4. Karena sebelumnya Gus Dur menceritakan sebuah cerita, yang membuat Castro tertawa terbahak-bahak. Yakni lelucon tentang para Presiden Indonesia. Presiden Pertama, Gila Wanita, President Kedua, Gila Harta, President Ketiga, gila beneran, President Keempat (Gus Dur sendiri), yang memilihnya gila.

ternyata, Castro memasukan dirinya, dalam golongan 3 dan 4. Yakni diri-nya gila dan yang memilihnya (rakyat)nya gila.
Ini menarik. Karena Castro yang mengatakan dirinya gila itu, menurut saya, di sini dia menjelaskan konsistensinya di dalam melaksanakan paham sosialis yang berdasarkan Marxis. Meski komunisme dunia hancur (tinggal Korut, Cina (meski ekonomi-nya kapitalis), dan Cuba. belakangan ini Venezuala. Sedang Peru, dan Brasil sedang mencoba mencoba membangun sistem ekonomi mereka sendiri, di luar sosialis dan kapitalis ( pelokalan kegiatan ekonomi) berdasaran teori dari de Soto. FYI, ada perkembangan menarik, yakni, ideologi Maoist di Nepal yang baru berkembang dan berhasil menekan kerajaan. (lebih…)