TNI


Oleh: Soehendarto

PUNCAK JAYA [Sinar Harapan] – Tingginambut adalah sebuah distrik (kecamatan) di Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua. Lokasinya di jajaran pegunungan tengah pada ketinggian 4.000 meter. Sulit mencari hari dengan udara hangat di sini. Sepanjang hari selalu dingin, rata-rata

10 derajat Celsius. Kabut tebal memutih kerap menyelimuti wilayah ini sampai ke permukaan tanah. Bagi orang luar yang masuk ke kawasan ini, kondisi alam tersebut akan terasa berat. Apalagi kalau mereka tidak mengenal adat istiadat suku Lani, penghuni kabupaten ini.

Di sini pula bermarkas sekelompok orang yang bergabung dalam Tentara Pembebasan Nasional/Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) yang dipimpin ”Jenderal” Goliat Tabuni yang oleh para pengikutnya disebut sebagai ”Panglima KODAP III”. Kelompok ini sampai sekarang masih berseberangan dengan pemerintah. Mereka menuntut masyarakat disejahterakan, atau terus berjuang untuk lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. (lebih…)

Iklan

MAGELANG [Gatra.com] – Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso menegaskan, institusi TNI turut bertangungjawab atas insiden kekerasan di Timor Timur (Timtim), menjelang dan setelah jajak pendapat 1999.

“Itu menjadi tanggung jawab negara dan menjadi tanggung jawab insitusi TNI,” katanya usai memimpin Prasetya Perwira Prajurit Karier Tahun Ajaran 2008, di Lapangan Pancasila, kompleks Akademi Militer, lembah Gunung Tidar, Kota Magelang, di Magelang, Kamis.

Hingga saat ini, katanya, pihaknya belum mengetahui bentuk pertanggungjawaban yang dilakukan TNI atas persoalan itu karena pemerintah masih memelajari laporan Komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP) RI-Timor Leste (lebih…)

sumber :www.kabarpapua.com

Jayapura [kabarpapua.com] -TNI di perbatasan Papua Barat dan PNG dikabarkan telah menentang protokol diplomasi dan militer. Mereka terus melanggar batas internasional dengan PNG, serta dalam tiga bulan terakhir mereka melakukan intimidasi terhadap warga PNG di kampung Wutung, Propinsi Sandaun PNG.

Cliford Faiparik via kabar online The National melaporkan kondisi yang dialami warga PNG di sekitar perbatasan dan Pasukan Militer PNG bertugas di wilayah perbatasan itu bahwa, mereka dalam tiga bulan trakhir, dari bulan Mei, Juni hingga terakhir pada bulan ini, tepatnya hari sabtu lalu melihat pasukan Batalion 408 sudah berada dalam wilayah PNG.

Intimidasi dialami oleh Sersan Ante dan keluarganya di Wutung, wilayah PNG. Menurut mereka TNI pada pukul 11.30 melakukan intimidasi dan menyuruh mereka membongkar rumahnya dan pindah dengan alasan tanah itu bagian dari wilayah RI. “saya mengatakan kepada mereka bahwa ini tanah saya, tapi mereka tidak menghiraukannya, dan mereka mulai memator batas baru hingga sampai ke Pantai, kata Ante yang berada bersama keluarganya. (lebih…)