Oleh : Dominggus A Mampioper

KabarIndonesia – Pernyataan Gubernur Provinsi Papua Barnabas Suebu terhadap perusahaan tambang raksasa di tanah Papua patut disimak. Pasalnya saat meresmikan Pusat Pengetahuan Tentang Pembangunan dan Kampung dari Rakyat oleh Rakyat dan untuk Rakyat pada Jumat (5/9) lalu di Jayapura Gubernur Suebu menilai PT Freeport sebagai sapi perah yang memberikan susu bagi kesejahteraan rakyat Papua. Karena itu bagaimana memelihara agar sapi itu menghasilkan susu bagi semua warga Papua. Bukan sebaliknya membunuh sapi perah itu.

Markus Haluk Sekretaris Jenderal Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua Indonesia (AMPTPI) menyatakan bahwa penilaian Suebu itu sangat berlebihan dan hingga saat ini belum banyak yang menikmati susu Freeport, justru yang menikmati adalah pemerintah sendiri. Karena itu bagi Sekjen AMPTPI sebaiknya Freeport ditutup sebagaimana diungkapkan dalam Konggres pertama AMPTPI di Timika pada 2004 lalu (lebih…)

Iklan

http://www.papuapos.com

Gubernur Papua, Barnabas Suebu SH saat turkam di Jayawijaya
Biak – Tahun anggaran 2008, Pemerintah Provinsi Papua akan membagikan uang sebesar Rp. 1 triliun kepada masyarakat kampong melalui program Respek dan kegiatan turun kampong oleh Gubernur Papua, Barnabas Suebu SH.

“Program rencana strategis pembangunan kampung (Respek) setiap tahun dievaluasi pemerintah provinsi Papua, kita harapkan dalam 10 tahun kedepan bantuan dana mencapai Rp10 Triliun,” kata Gubernur Suebu pada program turun kampung (Turkam) di Pasar sentral Masram, Distrik Supiori Timur, Kabupaten Supiori, Senin.

Ia mengatakan, pengelolaan dana Respek di kampung harus dilakukan secara transparan artinya diketahui semua masyarakat kampung serta harus dipertanggungjawabkan pengelolaan anggaran bantuan pemerintah itu secara benar. (lebih…)